TBC Itu Bukan Akibat Kutukan Atau Santet Loh! Gak Percaya?

TBC Itu Bukan Akibat Kutukan Atau Santet Loh! Gak Percaya?

TBC atau Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. TBC biasanya menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening, dan organ lainnya ketika bakteri TBC tersebut keluar dari paru-paru melalui aliran darah. Kondisi ini disebut TBC Ekstraparu.

TBC bukanlah penyakit keturunan dan bukan penyakit yang disebabkan oleh kutukan atau santet. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, kaya). Hanya sekitar 10% diantara orang yang terinfeksi akan jatuh sakit, namun, bakteri TBC dapat hidup dalam kondisi non-aktif (laten) seumur hidup dan menjadi aktif saat daya tahan tubuh melemah.

GEJALA TBC

Gejala utama dari TBC adalah batuk berdahak terus-menerus selama 2 minggu atau lebih. Yang dapat disertai gejala lainnya seperti berikut ini:

  1. Sesak napas dan nyeri pada dada
  2. Batuk bercampur darah
  3. Badan lemah dan rasa kurang enak badan
  4. Kurang nafsu makan dan terjadi penurunan berat badan
  5. Berkeringat pada malam hari walaupun tidak melakukan kegiatan

PROSES PENULARAN TBC

Bakteri TBC dapat menular melalui udara ketika partikel dahak orang dengan TBC paru keluar saat batuk, bersin dan berbicara. Percikan-percikan dahak yang mengandung bakteri tersebut dapat melayang-layang di udara sehingga terhirup oleh orang lain. Tak hanya lewat udara, TBC juga dapat menular melalui Gelas, Sendok Dan lain sebagainya yang sebelumnya telah dipakai oleh penderita tbc dan tidak dicuci dengan bersih.

Penderita TBC, Tuberkulosis atau TB Paru dengan BTA Positif, diperkirakan dapat menularkan kepada 10-15 orang di sekitarnya dalam setiap tahunnya. Namun, jika orang yang terinfeksi mempunyai daya tahan tubuh yang baik tidak akan langsung sakit TBC. Menurut data, sebanyak 5-10% orang yang tertular dapat menjadi sakit TBC.

Catatan : BTA Positif adalah hasil dari pemeriksaan miskrokopis, dari pemeriksaan miskrokopis tersebut ditemukan bakteri tahan asam pada sampel dahak orang yang diduga TBC. Semakin banyak jumlah BTA yang ditemukan (+1/+2/+3), maka semakin besar juga kemungkinan orang tersebut menularkan bakteri TBC kepada orang lain.

DIAGNOSA TBC

Orang yang mengalami gejala TBC perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan berikut ini.

a) Pemeriksaan Mikroskopis
Dilakukan pemeriksaan dahak dengan miskroskop. Seseorang dipastikan menderita TBC bila dalam dahaknya terdapat kuman TBC.

Dahak diambil dua sampel yang dikumpulkan dalam dua pot dahak. Sampel diambil dari 2 hari yang berbeda (SP atau SS) :

  1. Pada waktu datang pertama kali untuk periksa ke puskesmas, disebut dahak Sewaktu pertama (S).
  2. Dahak diambil pada pagi hari berikutnya segera setelah bangun tidur, kemudian dibawa dan diperiksa di puskesmas, disebut dahak Pagi (P).
  3. Dahak diambil di puskesmas pada saat menyerahkan dahak pagi, disebut dahak Sewaktu kedua (S).

b) Rontgen
Jika hasil pemeriksaan mikroskopis menyatakan BTA Negatif tetapi orang yang terduga menderita tbc tersebut masih mempunyai gejala TBC, diagnosa dapat ditunjang dengan hasil pemeriksaan foto toraks.

Jika anda mengalami gejala tbc atau menemukan ada anggota keluarga anda yang mengalami gejala tbc seperti diatas, maka segeralah periksakan diri anda atau keluarga anda ke Puskesmas ambunten jika anda masyarakat kecamatan ambunten. jika bukan, anda dapat ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

TEMPAT PENGOBATAN

Puskesmas, Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4), Rumah Sakit, klinik dan dokter praktek swasta. Di Puskesmas, penderita bisa mendapatkan obat TB secara gratis

Catatan: Rumah Sakit, Klinik dan Dokter Praktek Swasta yang sudah bekerjasama dengan program saja yang menyediakan obat secara Gratis.

The following two tabs change content below.
0 Komentar