Pelatihan Pemasangan Jamban hemat Air Oleh Dinas kesehatan  Sumenep dan SATO di Desa Tambaagung Barat Wilayah Puskesmas Ambunten

Pelatihan Pemasangan Jamban hemat Air Oleh Dinas kesehatan Sumenep dan SATO di Desa Tambaagung Barat Wilayah Puskesmas Ambunten

Reporter : Ah. Rasihan Anwar, S.Kep. Ns

Praktek Pemasangan Jamban Hemat air untuk masyarakat yang tidak punya jamban.

Ambunten – Dalam upaya percepatan desa Open Defecation Free (ODF), di wilayah Puskesmas Ambunten, tepatnya di desa Tambaagung Barat dusun Nong Tunggal Kecamatan ambunten,  hari kamis tanggal 22 Agustus 2019 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep bekerja sama dengan Smart Fresh Toilets (SATO) Perusahaan dari Jepang memberikan pelatihan tukang untuk Pemasangan  jamban hemat air.

Pelatihan tukang untuk pemasangan jamban hemat air diikuti oleh 10 orang yaitu 3 tukang dari desa Tambaagung Barat dan 7 tukang perwakilan dari luar/tetangga desa, penanggung jawab UKM (Sanitarian dan Promkes) Puskesmas Ambunten, perwakilan sanitarian Puskesmas Kalianget dan Batuan, wira usaha sanitasi dan perwakilan HAKLI Kabupaten Sumenep. Sebagai narasumber berasal dari Dinkes Kabupaten Sumenep serta perwakilan SATO.

Kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi pengenalan jamban hemat air  yang disampaikan bapak mulyadi, S.KM, mewakili Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kabupaten Sumenep yang mengatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak BAB (Buang Air Besar) di sembarang tempat, meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai jamban sehat hemat air dan meningkatkan kepemilikan jamban sehat oleh masyarakat, khususnya lokasi yang kesulitan sarana air bersih.

Sementara Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Sumenep, drg. Elliya Fardasah, M.Kes mengungkapkan “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan melalui peran aktif dan kesadaran masyarakat untuk berperilaku BAB (Buang Air Besar) di jamban”. harapnya.

Kepala Puskesmas Ambunten, dr. Hj. Ariyanis Rasdyahati, M.Kes mengatakan “ dari 15 desa di kecamatan Ambunten sudah 4 desa yang ODF, semoga sisa desa yang belum ODF bisa dipercepat dengan kegiatan ini, kami sangat berterima kasih kepada Dinas kesehatan Kabupaten Sumenep melalui SATO menunjuk desa Tambaagung Barat sebagai pilot project kegiatan pelatihan tukang pemasangan jamban hemat air, sehingga target kami untuk ODF kecamatan bisa tercapai secepatnya ditahun mendatang”.

Tim teknisi dari SATO disamping memberikan pelatihan juga memberikan bantuan langsung berupa 2 jamban hemat air. Jamban yang pertama diberikan pada bapak Muzayyin yang mempunyai jamban cemplung, dan  langsung dipraktekkan pemasangannya, proses pemasangan kurang lebih 1 jam sudah selesai. Jamban kedua diberikan pada bapak Samah yang memang tidak mempunyai jamban, pemasangan jamban ini juga mudah hanya membutuhkan waktu agak lama, karena adanya proses pengeringan bagian penutup lubang jamban dan penggalian lubang jamban baru.

Praktek Pemasangan Jamban Hemat Air untuk Jamban Cemplung

Dari hasil kegiatan pelatihan ini para tukang yang sudah mempraktekkan pemasangan jamban bisa menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses pemasangannya dan berapa biaya yang harus dikeluarkan, karena jamban ini disamping hemat air juga hemat biaya.

Sebelum kegiatan ditutup ada pemaparan dari Bank BPRS Sumekar Sumenep selaku sponsorship,” Jika ada masyarakat yang kesulitan dalam pembiayaan pemasangan Jamban, Bank BPRS Sumekar siap membantu pembiayaan pemasangan dengan berbagai kemudahan”.

Pelatihan pemasangan jamban hemat air di desa Tambaagung Barat akhirnya selesai menjelang sore hari dan kegiatan berjalan lancar, semoga target ODF kecamatan untuk wilayah Puskesmas Ambunten Kabupaten Sumenep bisa lebih cepat tercapai ditahun mendatang. (Rosi)

0 Komentar